Pembukaan Rumah Abi Net
Maaf saya tidak lagi gunakan Joomla namun sudah kembali ke habibat semula yakni gunakan WordPress
Senang juga akhirnya dapat meluncurkan blog berbasis CMS Joomla, ini merupakan blog Joomla kedua saya dan yang satu lagi hanya untuk trial dan error aja.
Keputusan menggunakan CMS yang namanya di adopsi dari kosa kata Arab = Joomla = Jumla (Jumlah = Keseluruhan) di dasari keingin tahuan; apa sih yang di tawarkan Joomla, singkat cerita, lalu saya putuskan untuk mencobanya dan merasa puas akan kemampuan juga fiturnya.
Sebelumnya (seingat saya) belum pernah serius ngeblog atau mengelola website di Joomla. Sejauh ini hanya bermain di WordPress dan Blogspot, mereka adalah platform ngeblog yang sangat akomodatif bagi penulis, praktisi SEO dan juga untuk make money online blogger. Dan saat menjajal Joomla, terbukti CMS ini tidak kalah meskipun kealpaan fitur standard cukup banyak ditemui
Memang sangat di sayangkan di saat antusiasme banyak orang untuk memilih blog dibanding website sebagai media publishing Online, Joomla malah kurang responsif untuk memenuhi demand dengan menyediakan fitur-fitur standar yang kerap ditemui sebuah blog.
Saya tidak mengatakan Joomla sama sekali alpa, fitur-fitur yang tersedia sangatlah akomodatif bagi seorang blogger atau juga penulis dan membuat saya betah main disini. Jika anda mengelola CMS ini tentunya tahu kelebihan-kelebihan itu, dan merasa jatuh cinta padanya – alias tidak ingin pindah kelain hati!
Ada baiknya saya menuliskan kekurangan yang ada pada Joomla, kalau-kalau ada rekan yang sudah berpengalaman mengelola website Joomla yang bertandang ke halaman ini dapat mengkoreksi juga membantu saya mendapatkan solusi, karena saya baru kurang dari 2 hari bermain di CMS ini bisa jadi kelemahan yang saya tulis ada obatnya atau mungkin tidak benar. Oke lanjut
Ketiadaan Kotak Komentar
Fitur seperti kolom komentar misalnya, tidak disediakan secara default. Jika ingin mempunyai kolom komentar harus menggunakan script pihak-ketiga, di WordPress di kenal dengan sebutan Plugin.
Kotak komentar yang terlihat di bawah posting ini adalah sebuah plugin yang saya install, yakni plugin JComments, dan sejauh ini saya puas dengan tampilan juga cara kerjanya, walaupun saya terdeteksi sebagai visitor setiap kali komen di blog ini masuk ruang moderasi dulu, jika saya tidak login melalui LOGIN FORM yang berada disamping kanan lembar posting ini!

Mungkin karena Joomla lebih memfokuskan untuk membangun script yang cocok untuk portal dan website komersil dibanding CMS interaktif yang menciptakan hubungan 2 arah antara webmaster dan pengunjung seperti platform milik Matt Mullenweg, si WordPress.
Jika rekan adalah seorang blogger yang interaktif, kemungkinan besar akan berfikir dua kali untuk menggunakan Joomla. Kewajiban menginstall plugin hanya untuk mendapatkan kotak komentar yang di dapat dengan mudah di WordPress juga Blogspot bukanlah pilihan yang masuk akal, namun itu menurut saya
Dan plugin komentar yang saya pasang diblog ini ternyata menyelipkan link di bagian bawah, walaupun mudah saja saya menghapusnya, namun sementara di pajang dulu, sampai beberapa waktu agar nantinya saya hapus
Kategori Sebelum Posting
Hal lain yang juga saya sayangkan ialah tidak ada kemampuan membuat kategori di saat atau setelah menulis artikel/posting. Bagi saya ke alpaan ini sangat mengganggu, entah dengan anda, kalau saya menulis kategori setelah posting selesai di tulis atau sedang di tulis.

Semua kategori yang ada di semua blog-blog saya di buat setelah/saat saya menuils posting. Bagi saya, kategori untuk mencocokan posting atau artikel, bukan, posting yang mencocokan kategori. Bukan begitu?
Sedangkan di Joomla, fitur kategori harus di persiapkan dan di buat terlebih dahulu sebelum kita mempunyai ide mau nulis posting apa.
URL Yang Kepanjangan
URL (Link) yang sangat panjang, memang Joomla menyediakan SEF Link (Search Engine Friendly Link) yang dapat di aktifkan di area Global Configuration sejauh Hosting anda mendukung .httacess. Namun tetap saja panjang karena Joomla mencantumkan beberapa komponen seperti:
namablog/component/content/article/2-category2/3-article3
Keterangan: Component/article + 2 adalah ID untuk category + 3 adalah ID untuk judul artikel
Bayangkan jika judul artikel kita panjang seperti ini:
SEO Merupakan Teknik Untuk Meningkatkan Eksposure Blog Di Google Dan Yahoo
Maka tampilan url akan seperti ini:
namablog.com/component/content/article/3-seo/15-seo-merupakan-teknik-untuk-meningkatkan-eksposure-blog-di-google-dan-yahoo
Kebetulan sekali saya adalah blogger yang paling tidak segan plus tidak sungkan untuk membuat judul panjang, tujuannya agar lebih deskriptif. Namun saya hanya ingin bagian judul yang tampil panjang di URL, bukan atribut lainnya. Dan untuk mendapatkan url link seperti di judul ini, saya harus mengaktifkan 2 plugin sekaligus! Plugin pertama untuk menghilangkan ID kategori dan ID posting yakni plugin HP Router dan plugin kedua untuk menghilangkan component/article Joomla yakni plugin JoomSEF.

Masalah berikutnya, plugin dikenal sebagai salah satu dalang utama yang dapat mempengaruhi kinerja database juga blog. Contohnya, jika plugin tidak lagi diurus oleh empunya sedangkan script Joomla terus di update, tentu akan terjadi ketidak-cocokan dan efeknya mempengaruhi performa blog kita, selain plugin juga memperbanyak queries database.
Singkat cerita, saya tidak memerlukan 2 plugin, hanya 1 saja. Karena saya berhasil menguliknya sehingga url Joomla tampil sesuai keinginan! Seperti url pada posting ini:
http://rumahabi.net/artikel/pembukaan-rumah-abi-net.html
Mantab kan? :d
Sejauh ini 3 faktor yang saya temukan dan saya anggap sebagai kelemahan paling kentara, namun begitu, penemuan-penemuan ini adalah hasil dari seorang yang baru dalam hitungan belasan jam berinteraksi dengan Joomla. Tentu koreksi dan masukan saya harapkan bagi rekan yang sudah berpengelaman mengelola Joomla, jika begitu, kenapa sungkan untuk menuliskan komentar di area komentar!
Sampai di penemuan dan posting selanjutnya!
